Kamis, 10 Mei 2012

Kode Etik Profesi IT

PROFESIONALISME KERJA
1.      Pengertian Profesi

Secara spesifik Profesi dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu menurut kemampuannya (fisik dan intelektual), kelangsungan (sementara atau terus menerus), ruang lingkupnya (umum dan khusus), tujuannya (memperoleh pendapatan atau tidak memperoleh pendapatan). Adapun pengertian profesi itu sendiri adalah pekerjaan tetap seseorang dalma bidang tertentu berdasarkan keahlian khusus yang dilakukan secara bertanggung jawab dengan tujuan memperoleh penghasilan.

Nilai moral suatu profesi menurut Frans Magnis Suseno, 1975 :
ü  Berani berbuat untuk tuntutan Profesi
ü   Menyadari kewajiban yang harus dipenuhi
ü   Idealisme sebagai perwujudan makna misi organisasi profesi

2.      Pengertian Professional
Adapun pengertian profesional itu sendiri yaitu Pekerja yang menjalankan profesi. Setiap profesional berpegang pada nilai moral yang mengarahkan dan mendasari nilai luhur. Dalam melakukan tugasnya profesional haruslah objektif, dengan kata lain bebas dari rasa malu, sentimen, benci, sikap malas, dan enggan bertindak. Yang dimaksud kelompok profesional yaitu seuatu kelompok yang berkemahiran yang diperoleh melaui proses pendidikan dan pelatihan yang erkualitas dan berstandart tinggi yang dalam menerapkan semua keahlian dan kemahirannya yang tinggi itu hanya dapat dikontrol dan dinilai oleh rekan sesama profesi itu sendiri.
 
Seorang profesional memiliki tiga watak, yaitu antaranya :
1.      Pekerjaan yang dilakukan seorang profesional itu semata mata untuk merealisasikan
kebajikan   demi tegaknya kehormatan profesi yang digeluti.
2.      Seorang profesional menjalankan pekerjaannya harus dilandasi oleh kemahiran teknis
 yang   berkualitas tinggi.
3.      Kerja seorang profesional diukur dengan kualitas teknis dan kualitas moral dan
harus  menundukan diri pada sebuah kode etik yang dikembangkan dan disepakati.

3.      Pengertian Profesionalisme
Profesionalisme adalah suatu paham yang mencitakan dilakukannya kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarkat, berbekalkan keahlian yang tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan serta ikrar untuk menerima panggilan tersebut.

Ada empat perspektif dalam mengukur profesionalisme menurut gilley dan enggland :
1. pendekatan berorientasi filosofis
    pendekatan lambang profesional, pendekatan sikap Individu dan electic.
2. pendekatan perkembangan bertahap individu(dengan minat bersama)berkumpul,
    kemudian mengidentifikasian dan mengadopsi ilmu, untuk  membentuk organisasi profesi,
    dan   membuat kesepakatan persyaratan profesi, serta menentukan kode etik    untuk
    merevisi  persyaratan.
3. pendekatan berorientasi karakteristik etika sebagai aturan langkah- langkah, pengetahuan
    yang terorganisasi, keahlian dan kopentensi khusus, tinggkat pendidikan minimal,
    setifikasi keahlian.
4. pendekatan berorientasi non- tradisiona
l  mampu melihat dan merumuskan karakteristik
    unik dan kebutuhan sebuah profesi.

Adapun syarat profesionalisme yaitu :
Ø dasar ilmu yang dimiliki kuat dalam bidangnya
Ø  penguasaan kiat-kiat profesi berdasarkan riset dan praktis
Ø  pengembangn kemampuan profesional yang berkesinambungan

Hal- hal yang menyebabkan rendahnya profesionalisme diantaranya:
Ø tidak menekuni profesi tersebut.
Ø belum adanya konsep yang jelas terhadap etika profesi IT.
Ø belum adanya organisasi yang menangani para profesional bidang IT
  

Dalam hal ini seorang yang profesional, dapat dikatakan profesional apabila memiliki sertifikat   keprofesionalannya, berikut contoh sertifikat tersebut :
a. sertifikasi microsoftword ( MCP” microsoft certified professional”)
b. sertifikasi oracle( OCA, OCP, OCM )
c. sertifikasi CISCO ( CCNA, CCNP, CCIE )

0 komentar:

Posting Komentar