PROFESIONALISME KERJA
1.
Pengertian Profesi
Secara spesifik Profesi dapat dibagi menjadi beberapa
bagian, yaitu menurut kemampuannya (fisik dan intelektual), kelangsungan
(sementara atau terus menerus), ruang lingkupnya (umum dan khusus), tujuannya
(memperoleh pendapatan atau tidak memperoleh pendapatan). Adapun
pengertian profesi itu sendiri adalah pekerjaan tetap seseorang dalma bidang
tertentu berdasarkan keahlian khusus yang dilakukan secara bertanggung jawab
dengan tujuan memperoleh penghasilan.
Nilai moral suatu profesi menurut Frans Magnis Suseno, 1975
:
ü
Berani berbuat untuk
tuntutan Profesi
ü
Menyadari kewajiban yang harus dipenuhi
ü
Idealisme sebagai perwujudan makna misi
organisasi profesi
2.
Pengertian Professional
Adapun pengertian profesional itu
sendiri yaitu Pekerja yang menjalankan profesi. Setiap profesional berpegang
pada nilai moral yang mengarahkan dan mendasari nilai luhur.
Dalam melakukan tugasnya profesional haruslah objektif, dengan kata lain bebas
dari rasa malu, sentimen, benci, sikap malas, dan enggan bertindak. Yang
dimaksud kelompok profesional yaitu seuatu kelompok yang berkemahiran yang
diperoleh melaui proses pendidikan dan pelatihan yang erkualitas dan
berstandart tinggi yang dalam menerapkan semua keahlian dan kemahirannya yang
tinggi itu hanya dapat dikontrol dan dinilai oleh rekan sesama profesi itu
sendiri.
Seorang profesional memiliki tiga watak, yaitu antaranya :
1. Pekerjaan yang dilakukan seorang profesional itu semata mata
untuk merealisasikan
kebajikan demi
tegaknya kehormatan profesi yang digeluti.
2. Seorang profesional menjalankan pekerjaannya harus dilandasi
oleh kemahiran teknis
yang berkualitas
tinggi.
3. Kerja seorang profesional diukur dengan kualitas teknis dan
kualitas moral dan
harus menundukan
diri pada sebuah kode etik yang dikembangkan dan disepakati.
3.
Pengertian Profesionalisme
Profesionalisme adalah suatu paham yang mencitakan
dilakukannya kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarkat, berbekalkan
keahlian yang tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan serta ikrar untuk
menerima panggilan tersebut.
Ada empat perspektif dalam mengukur profesionalisme menurut gilley dan enggland :
1. pendekatan berorientasi filosofis
pendekatan lambang profesional, pendekatan sikap Individu dan electic.
2. pendekatan perkembangan bertahap individu(dengan minat bersama)berkumpul,
pendekatan lambang profesional, pendekatan sikap Individu dan electic.
2. pendekatan perkembangan bertahap individu(dengan minat bersama)berkumpul,
kemudian mengidentifikasian dan
mengadopsi ilmu, untuk membentuk
organisasi profesi,
dan membuat
kesepakatan persyaratan profesi, serta menentukan kode etik untuk
merevisi persyaratan.
3. pendekatan berorientasi karakteristik etika sebagai aturan langkah- langkah, pengetahuan
3. pendekatan berorientasi karakteristik etika sebagai aturan langkah- langkah, pengetahuan
yang terorganisasi, keahlian dan kopentensi
khusus, tinggkat pendidikan minimal,
setifikasi keahlian.
4. pendekatan berorientasi non- tradisional mampu melihat dan merumuskan karakteristik
4. pendekatan berorientasi non- tradisional mampu melihat dan merumuskan karakteristik
unik dan kebutuhan sebuah profesi.
Adapun syarat profesionalisme yaitu :
Ø
dasar ilmu yang
dimiliki kuat dalam bidangnya
Ø
penguasaan kiat-kiat profesi berdasarkan riset
dan praktis
Ø
pengembangn kemampuan profesional yang
berkesinambungan
Hal-
hal yang menyebabkan rendahnya profesionalisme diantaranya:
Ø
tidak menekuni profesi
tersebut.
Ø
belum adanya konsep
yang jelas terhadap etika profesi IT.
Ø
belum adanya
organisasi yang menangani para profesional bidang IT
Dalam hal ini seorang yang profesional, dapat dikatakan
profesional apabila memiliki sertifikat keprofesionalannya, berikut contoh sertifikat tersebut :
a. sertifikasi microsoftword ( MCP” microsoft
certified professional”)
b. sertifikasi oracle( OCA, OCP, OCM )
c. sertifikasi CISCO ( CCNA, CCNP, CCIE )
b. sertifikasi oracle( OCA, OCP, OCM )
c. sertifikasi CISCO ( CCNA, CCNP, CCIE )






0 komentar:
Posting Komentar